Makhluk intermediate (spesies-antara) memegang kunci yang sangat penting dalam teori evolusi. Tanpa ada spesies-antara, evolusi makhluk hidup tidak akan pernah terjadi. Misalnya saja, karena manusia dan monyet mempunyai nenek moyang yang sama (sebut saja siamon), ada spesies-spesies intermediate antara siamon dan manusia (misal, man-1 s/d man-n), serta antara siamon dan monyet (mon-1 s/d mon-m). Kalau digambarkan secara horisontal berdasarkan “kemiripan”nya, maka bentuknya menjadi
manusia - man-n - … - man-1 - siamon - mon-1 - … - mon-m - monyet.
Berdasarkan penggambaran itu, semakin ke kanan, spesies-antara akan semakin “mirip” dengan monyet. Sebaliknya, semakin ke kiri, spesies-antara akan semakin “mirip” dengan manusia.
Karena evolusi bermakna perubahan yang sedikit demi sedikit, nilai (m+n) haruslah sangat besar. Kenapa? Karena perbedaan antara manusia dengan monyet juga sangat besar. Makanya, tidak salah kalau Charles Darwin berkata bahwa spesies-antara harus berjumlah sangat besar, termasuk spesies-antara antara monyet dan manusia. Kalau C. Darwin tidak berkata demikian, teorinya bukan disebut teori evolusi, melainkan teori revolusi.
Untuk selanjutnya, saya hanya akan membahas evolusi antara monyet dan manusia saja. Jadi, kalau saya menyebut spesies-antara, berarti yang saya maksudkan adalah spesies-antara monyet-manusia.
Apakah sudah ditemukan fosil spesies-spesies antara, yang seharusnya dalam jumlah yang besar? Belum, baru beberapa yang diklaim sebagai spesies-antara. Apakah sebenarnya fosil tersebut benar-benar spesies-antara? Read the rest of this entry »
Posted in Die-Ehrlichkeit Pilihan | No Comments »
Posted by Taufiq Hidayat on February 21st, 2010
Kita pasti sudah sering mendengar bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Kalimat tersebut disimpulkan dari ayat Al-Quran, Surat Al-Anbiyaa’, ayat 107, yang memuat arti bahwa Muhammad sholAllahu ‘alaihi wa salaam diutus sebagai rahmatan lil ‘alamin. Tulisan ini akan memuat tafsir ayat tersebut menurut Ibnu Katsir di dalamnya tafsirnya. Semoga dengan membaca tafsir ini kita tidak salah memahami kalimat Islam adalah rahmatan lil ‘alamin tersebut.
Read the rest of this entry »
Posted in Tafsir Ibnu Katsir | 1 Comment »
Posted by Taufiq Hidayat on February 7th, 2010
Saat ini kita hidup di jaman materi. Segala sesuatu diukur berdasarkan sifat materi. Yang saya maksud materi disini bukan uang, melainkan segala sesuatu yang bisa diindera, baik langsung maupun tidak langsung, yaitu menggunakan alat-alat bantu. Karena diukur berdasarkan sifat materi, sesuatu itu ada ataupun tidak ada ditentukan berdasarkan sifat materi ini. Kalau sesuatu tidak bisa diindera maka orang percaya itu tidak ada. Sebaliknya sesuatu disebut ada jika indera kita merasakan kehadirannya. Tetapi benarkah keyakinan ini?
Sebelum keyakinan ini ada, secara umum semua orang percaya bahwa banyak sekali sesuatu ada meskipun tidak dapat diindera. Lambat laun, dengan kemajuan teknologi, sesuatu dapat diindera menggunakan alat baru. Semakin maju teknologi, semakin banyak yang dapat diindera, yang sebelumnya tidak bisa. Karena manusia sudah memiliki teknologi yang yang sangat tinggi dan tidak ada sebelumnya, lalu muncullah keyakinan bahwa dengan kemajuan ini mereka sudah dapat mengindera semuanya, dan tidak ada lagi yang tersisa, yang tidak dapat diindera. Sehingga mereka yakin bahwa sesuatu itu ada jika dan hanya jika sesuatu itu bisa diindera. Read the rest of this entry »
Posted in Immaterial | 1 Comment »
Posted by Taufiq Hidayat on February 1st, 2010
1. Dari Ibnu ´Umar رضي الله عنه dari Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa beliau pernah bersabda:
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ القُرْأَنَ فَهُوَ يَقُوْمُ بِهِ أَنَاءَ اللَّيْلِ وَأَنَاءَ النَّهَارِ, وَرَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُهُ أَنَاءَ اللَّيْلِ وأَنَاءَ النَّهَارِ
Tidak boleh hasad (iri) kecuali dalam dua perkara: seorang yang diberikan Allah taufik untuk menghafal al-Qur’an lantas ia sholat dengan membacanya siang dan malam, dan seorang yang telah diberikan harta lalu ia menginfakkannya baik siang maupun malam. (HR Bukhori 8/209, Muslim 815) Read the rest of this entry »
Posted in Hadits | No Comments »
Posted by Taufiq Hidayat on January 30th, 2010
Salah satu bidang kajian dalam Informatika dan Ilmu Komputer adalah kecerdasan buatan, yang juga termasuk bidang minat saya. Fokus utama bidang kajian ini, dengan kalimat sederhana, adalah membuat komputer memiliki kecerdasan seperti kecerdasan manusia. Dengan kata lain, dalam kecerdasan buatan kita berusaha memindahkan kecerdasan dari manusia ke komputer. Namun sampai sejauh ini, keinginan ini belum terwujud. Read the rest of this entry »
Posted in Informatikana | No Comments »