Taufiq Hidayat

Hidup (incl. Informatika) hanyalah untuk Allah Ta’ala

Santet, Sihir Pengancam Jiwa

Posted by Taufiq Hidayat on July 10th, 2010

Saya teringat peristiwa beberapa tahun yang lalu. Saat itu ada pemberitaan bahwa seseorang mengaku lewat telepon telah menyantet seorang artis sehingga berbulan-bulan artis tersebut dalam kondisi koma. Perawatan di luar negeri pun tidak membuat artis tersebut bisa pulih. Namun, setelah pengakuan tersebut, yang juga berisi berita pencabutan santetnya, berangsur-angsur artis tersebut sembuh. Sebagian orang tidak percaya dan menganggap itu hanya kebetulan saja, atau orang tersebut hanya mencari popularitas saja. Namun alasan terakhir tidak bisa diterima karena sampai saat ini orang tersebut tidak menjadi populer.

Fenomena sihir sebenarnya bukan asing buat semua orang, tidak hanya di Indonesia saja tetapi juga di luar negeri. Film tentang sihir dan penyihir bahkan laris di mana-mana. Ini menunjukkan bahwa sihir sudah lama menyertai perjalanan hidup manusia. Salah satu jenis sihir yang terkenal dan bisa menghilangkan nyawa seseorang adalah santet. Termasuk santet adalah voodoo, jenis santet yang dikenal di Afrika.

Read the rest of this entry »

Posted in Immaterial | No Comments »

Huud (11) : 118-119

Posted by Taufiq Hidayat on July 6th, 2010

Perselisihan dalam agama adalah musibah, sedangkan persatuan adalah rahmat. Apa yang dimaksud dengan persatuan di sini? Apakah bersatu secara fisik, sedangkan secara batin (agama) berselisih? Jawabannya adalah tidak. Persatuan yang mendapat rahmat adalah persatuan dalam memegang teguh apa yang diperintahkan oleh Allah سبحانه و تعال dan Rasulullah صلي الله علىه وسلم. Berikut ini adalah tafsir Surat Huud, ayat 118-119 yang berkaitan dengan masalah perselisihan ini. Semoga Allah سبحانه و تعال memberi kemudahan kepada kita dalam memahami agama Islam ini.

Read the rest of this entry »

Posted in Tafsir Ibnu Katsir | No Comments »

Teori Evolusi (Bagian 3) : Penipuan Fosil si “Missing Link”

Posted by Taufiq Hidayat on June 30th, 2010

Sungguh tidak bisa dipercaya, para pendukung Teori Evolusi masih percaya dengan teori ini padahal beberapa hal yang memegang kunci penting dalam Teori Evolusi merupakan hasil penipuan. Mungkin mereka berdalih bahwa itu hanya sebagian kecil saja. Masalahnya, akses terhadap fosil hanya dikuasai oleh pendukung Teori Evolusi. Mungkin kalau mereka membuka akses untuk penelitian lebih mendalam tentang fosil tersebut, akan banyak membongkar penipuan-penipuan yang lain.

Selain itu, penipuan terang-terangan di dunia ilmiah sangat tidak bisa diterima. Tidak tanggung-tanggung, pelakunya bukan saintis kelas teri, tetapi menyandang posisi professor dengan gelar doktor penuh. Dan anehnya, dengan terbongkarnya penipuan ini, tidak membuat buku-buku teks tentang teori evolusi mengalami revisi.

Terilhami tulisan di Hidayatullah.com, saya mencoba mencari sumber yang dirujuk oleh tulisan itu. Hasilnya, ada beberapa penipuan fosil milik si Missing Link, si makhluk-antara yang hilang.
Read the rest of this entry »

Posted in Die-Ehrlichkeit Pilihan | No Comments »

Analogi Warna

Posted by Taufiq Hidayat on May 4th, 2010

Sangat menarik, memperhatikan banyak pemikiran-pemikiran tentang masalah kemasyarakatan - termasuk agama - dengan menggunakan analogi warna. Berikut sebagian yang saya ingat tentang analogi tersebut:

  1. Mereka yang hanya tahu HITAM dan PUTIH, tak mengherankan bila terkaget-kaget melihat warna-warni yang lain.
  2. Pelangi itu indah karena berWARNA-WARNI.
  3. Tuhan menciptakan WARNA-WARNI agar harmonis tanpa mengubahnya menjadi 1 WARNA.
  4. Di antara warna HITAM dan PUTIH, terdapat warna ABU-ABU. (Warna abu-abu sendiri memiliki berbagai degradasi).

Seperti kebanyakan analogi, analogi-analogi tersebut mungkin tepat untuk diterapkan di satu kasus, namun bisa jadi tidak tepat untuk diterapkan di kasus yang lain. Secara umum, kita tidak bisa mengklaim bahwa sebuah analogi berlaku secara umum untuk setiap kasus, atau yang lebih dikenal sebagai generalisasi. Read the rest of this entry »

Posted in Informatikana | 1 Comment »

Penarikan Kesimpulan: Modus Ponens dan Modus Tollens

Posted by Taufiq Hidayat on April 28th, 2010

Tulisan-tulisan di kategori Logika Matematika ini hanya ditujukan untuk mereka yang sedang belajar hal-hal dasar tentang Logika Matematika. Akan jarang ditemui hal-hal yang baru di sini. Semoga bermanfaat.

Saat mengajar kuliah Pemrograman Non Prosedural (terutama bagian Pemrograman Logika), saya banyak menemui mahasiswa yang belum memahami kegunaan logika matematika, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Padahal tujuan utama semua ilmu adalah membantu kehidupan manusia. Demikian juga dengan logika matematika. Salah satu manfaatnya adalah membantu membuat (menarik) kesimpulan yang benar. Tulisan ini akan membahas tentang teknik penarikan kesimpulan dasar, yaitu Modus Ponens dan Modus Tollens.

Read the rest of this entry »

Posted in Logika Matematika | No Comments »

Teori Evolusi (Bagian 2) : Manusia Purba memang ADA

Posted by Taufiq Hidayat on April 26th, 2010

Makhluk intermediate (spesies-antara) memegang kunci yang sangat penting dalam teori evolusi. Tanpa ada spesies-antara, evolusi makhluk hidup tidak akan pernah terjadi. Misalnya saja, karena manusia dan monyet mempunyai nenek moyang yang sama (sebut saja siamon), ada spesies-spesies intermediate antara siamon dan manusia (misal, man-1 s/d man-n), serta antara siamon dan monyet (mon-1 s/d mon-m). Kalau digambarkan secara horisontal berdasarkan “kemiripan”nya, maka bentuknya menjadi

manusia - man-n - … - man-1 - siamon - mon-1 - … - mon-m - monyet.

Berdasarkan penggambaran itu, semakin ke kanan, spesies-antara akan semakin “mirip” dengan monyet. Sebaliknya, semakin ke kiri, spesies-antara akan semakin “mirip” dengan manusia.

Karena evolusi bermakna perubahan yang sedikit demi sedikit, nilai (m+n) haruslah sangat besar. Kenapa? Karena perbedaan antara manusia dengan monyet juga sangat besar. Makanya, tidak salah kalau Charles Darwin berkata bahwa spesies-antara harus berjumlah sangat besar, termasuk spesies-antara antara monyet dan manusia. Kalau C. Darwin tidak berkata demikian, teorinya bukan disebut teori evolusi, melainkan teori revolusi.

Untuk selanjutnya, saya hanya akan membahas evolusi antara monyet dan manusia saja. Jadi, kalau saya menyebut spesies-antara, berarti yang saya maksudkan adalah spesies-antara monyet-manusia.

Apakah sudah ditemukan fosil spesies-spesies antara, yang seharusnya dalam jumlah yang besar? Belum, baru beberapa yang diklaim sebagai spesies-antara. Apakah sebenarnya fosil tersebut benar-benar spesies-antara? Read the rest of this entry »

Posted in Die-Ehrlichkeit Pilihan | No Comments »

Al-Anbiyaa’ (21) : 107

Posted by Taufiq Hidayat on February 21st, 2010

Kita pasti sudah sering mendengar bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Kalimat tersebut disimpulkan dari ayat Al-Quran, Surat Al-Anbiyaa’, ayat 107, yang memuat arti bahwa Muhammad sholAllahu ‘alaihi wa salaam diutus sebagai rahmatan lil ‘alamin. Tulisan ini akan memuat tafsir ayat tersebut menurut Ibnu Katsir di dalamnya tafsirnya. Semoga dengan membaca tafsir ini kita tidak salah memahami  kalimat Islam adalah rahmatan lil ‘alamin tersebut.

Read the rest of this entry »

Posted in Tafsir Ibnu Katsir | 1 Comment »

Ada atau Tidak Ada?

Posted by Taufiq Hidayat on February 7th, 2010

Saat ini kita hidup di jaman materi. Segala sesuatu diukur berdasarkan sifat materi. Yang saya maksud materi disini bukan uang, melainkan segala sesuatu yang bisa diindera, baik langsung maupun tidak langsung, yaitu menggunakan alat-alat bantu. Karena diukur berdasarkan sifat materi, sesuatu itu ada ataupun tidak ada ditentukan berdasarkan sifat materi ini. Kalau sesuatu tidak bisa diindera maka orang percaya itu tidak ada. Sebaliknya sesuatu disebut ada jika indera kita merasakan kehadirannya. Tetapi benarkah keyakinan ini?

Sebelum keyakinan ini ada, secara umum semua orang percaya bahwa banyak sekali sesuatu ada meskipun tidak dapat diindera. Lambat laun, dengan kemajuan teknologi, sesuatu dapat diindera menggunakan alat baru. Semakin maju teknologi, semakin banyak yang dapat diindera, yang sebelumnya tidak bisa. Karena manusia sudah memiliki teknologi yang yang sangat tinggi dan tidak ada sebelumnya, lalu muncullah keyakinan bahwa dengan kemajuan ini mereka sudah dapat mengindera semuanya, dan tidak ada lagi yang tersisa, yang tidak dapat diindera. Sehingga mereka yakin bahwa sesuatu itu ada jika dan hanya jika sesuatu itu bisa diindera. Read the rest of this entry »

Posted in Immaterial | 1 Comment »

Keutamaan Membaca dan Menghapal Al-Qur’an

Posted by Taufiq Hidayat on February 1st, 2010

1. Dari Ibnu ´Umar رضي الله عنه dari Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa beliau pernah bersabda:

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ القُرْأَنَ فَهُوَ يَقُوْمُ بِهِ أَنَاءَ اللَّيْلِ وَأَنَاءَ النَّهَارِ, وَرَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُهُ أَنَاءَ اللَّيْلِ وأَنَاءَ النَّهَارِ

Tidak boleh hasad (iri) kecuali dalam dua perkara: seorang yang diberikan Allah taufik untuk menghafal al-Qur’an lantas ia sholat dengan membacanya siang dan malam, dan seorang yang telah diberikan harta lalu ia menginfakkannya baik siang maupun malam. (HR Bukhori 8/209, Muslim 815) Read the rest of this entry »

Posted in Hadits | No Comments »

Dari Kecerdasan Buatan ke Kecerdasan Manusia

Posted by Taufiq Hidayat on January 30th, 2010

Salah satu bidang kajian dalam Informatika dan Ilmu Komputer adalah kecerdasan buatan, yang juga termasuk bidang minat saya. Fokus utama bidang kajian ini, dengan kalimat sederhana, adalah membuat komputer memiliki kecerdasan seperti kecerdasan manusia. Dengan kata lain, dalam kecerdasan buatan kita berusaha memindahkan kecerdasan dari manusia ke komputer. Namun sampai sejauh ini, keinginan ini belum terwujud. Read the rest of this entry »

Posted in Informatikana | No Comments »