Taufiq Hidayat

Hidup (incl. Informatika) hanyalah untuk Allah Ta’ala

Bookmark and Share

Ash-Shaff (61) : 14

Posted by Taufiq Hidayat on August 8th, 2010

Di sebuah kajian, muncul sebuah pernyataan bahwa kita tidak perlu menolong (agama) Allah سبحانه و تعالى karena Allah Maha Kuasa dan Maha Perkasa sehingga tidak membutuhkan pertolongan manusia. Pernyataan ini sangat menyesatkan manusia dari jalan-Nya.

Adalah benar bahwa Allah سبحانه و تعالى tidak membutuhkan pertolongan manusia. Namun Allah سبحانه و تعالى memerintahkan orang-orang yang beriman untuk menolong agama Allah. Bukan karena Dia tidak mampu tetapi sebagai salah satu cara untuk menguji siapa umat-Nya yang benar-benar beriman, karena hanya orang-orang yang benar keimanannya saja yang berani menolong agama Allah dengan mengorbankan apa yang dimilikinya. Salah satu bukti bahwa Allah سبحانه و تعالى sebenarnya mampu menolong agama-Nya sendiri adalah pada kenyataannya justeru Allah سبحانه و تعالى akan menolong orang-orang yang menolong menegakkan agama-Nya.

Berikut ini adalah tafsir salah satu ayat Al-Qur'an tentang hal itu.

=============================================

يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ أَنصَـرَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنَّصَـرِى إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَرِيُّونَ نَحْنُ أَنصَـرُ اللَّهِ فَـَامَنَت طَّآئِفَةٌ مِّن بَنِى إِسْرَءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٌ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُواْ ظَـهِرِينَ

(14. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa putera Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah," lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir, maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.)

Allah سبحانه و تعالى berfirman, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menjadi penolong Allah dalam segala keadaan yang mereka alami, baik melalui ucapan, perbuatan, jiwa, dan harta benda mereka. Dan Dia memerintahkan supaya mereka memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana para pengikut setia 'Isa putera Maryam علىه السلام memenuhi seruan tersebut ketika dia berkata kepada mereka:

مَنْ أَنصَارِى إِلَى اللَّهِ

(Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah). Artinya, siapakah yang siap menjadi penolongku dalam berdakwah di jalan Allah سبحانه و تعالى?

قَالَ الْحَوَرِيُّونَ

(Pengikut-pengikut yang setia itu), yakni para pengikut 'Isa علىه السلام berkata:

نَحْنُ أَنصَـرُ اللَّهِ

(Kamilah penolong-penolong agama Allah). Maksudnya, kami yang akan menjadi penolongmu dalam menjalankan risalahmu dan menjadi pendukungmu dalam menunaikan hal tersebut. Oleh karena itu, Allah سبحانه و تعالى mengutus 'Isa kepada ummat manusia untuk menyeru orang-orang di negeri Syam dari kalangan Bani Israil dan Yunani. Demikian pula yang disabdakan Rasulullah صلي الله علىه وسلم pada musim haji:

مَنْ رَجُلٌ يُؤْوِينِي حَتْى أُبَلِّغَ رِسَالَةَ رَبِّي؟ فَإِنَّ قُرَيْشًا قَدْ مَنَعُونِي أَنْ أُبَلِّغَ رِسَالَةَ رَبِّي

(Siapakah orang yang akan melindungi diriku sehingga aku dapat menyampaikan risalah dari Rabb-ku karena orang-orang Quraisy telah menghalangi jalanku untuk menyampaikan risalah Rabb-ku. (Diriwayatkan dalam kitab Musnad al-Imam Ahmad, dari Jabir bin 'Abdullah)).

Sehingga Allah سبحانه و تعالى pun menetapkan baginya kaum Aus dan Khazraj dari penduduk Madinah. Mereka membai'at beliau, mendukung dan menjanjikan kepada beliau bahwa mereka akan melindungi beliau dari (siapa pun) bangsa kulit hitam dan kulit merah jika beliau berhijrah kepada mereka. Ketika Rasulullah صلي الله علىه وسلم berhijrah kepada mereka bersama para Sahabat beliau, mereka menunaikan janji mereka. Oleh karena itu, mereka diberi nama oleh Allah dan Rasul-Nya dengan Anshar, dan istilah itu menjadi sebutan bagi mereka, semoga Allah meridhoi mereka.

Firman Allah تعالى:

فَـَامَنَت طَّآئِفَةٌ مِّن بَنِى إِسْرَءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَة

(Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir.). Maksudnya, ketika 'Isa putera Maryam menyampaikan risalah Rabbnya kepada kaumnya yang juga didukung oleh para penganut setianya, ada segolongan dari Bani Israil yang mendapat petunjuk dengan apa yang dibawanya. Tetapi ada sebagian lainnya yang sesat, sehingga ia keluar dari apa yang dia bawa dan mengingkari  kenabiannya seraya menuduh dirinya juga ibunya dengan tuduhan-tuduhan yang keji. Mereka itulah orang-orang Yahudi, mudah-mudahan Allah melaknat mereka sepanjang zaman sampai hari Kiamat. Ada juga segolongan pengikutnya yang bersikap berlebihan terhadap dirinya dengan mengangkat dirinya melebihi batas kenabian yang telah diberikan Allah تعالى. Kemudian mereka tercerai berai menjadi beberapa kelompok dan golongan. Bahkan di antara mereka ada yang mangatakan bahwa 'Isa putera Allah. Ada juga di antara mreka yang mengatakan, dia termasuk salah satu dari trinitas (bapa, anak dan ruh al-qudus). Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa dia itulah Allah. Dan semuanya itu telah diterangkan secara rinci dalam suran an-Nisaa'.

Firman Allah تعالى:

فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَى عَدُوِّهِمْ

(Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka). Yakni, Kami memberikan pertolongan kepada mereka terhadap golongan-golongan Nasrani yang memusuhi mereka.

فَأَصْبَحُواْ ظَـهِرِينَ

(Lalu mereka menjadi orang-orang yang menang). Yakni, atas golongan-golongan tersebut, yaitu dengan pengutusan Nabi Muhammad صلي الله علىه وسلم. Maka ummat Muhammad صلي الله علىه وسلم akan terus tampil membela kebenaran sehingga Allah تعالى mendatangkan perintah-Nya, sedang mereka tetap dalam keadaan seperti itu, dan generasi terakhir mereka akan berperang melawan Dajjal bersama 'Isa putera Maryam علىه السلام, sebagaimana hal tersebut telah diterangkan secara rinci dalam hadits-hadits shahih. Wallahu a'lam.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 8, Pustaka Imam Asy-Syafi'i

6 Responses to “Ash-Shaff (61) : 14”

  1. syukron Says:

    syukron informasinya

  2. david slaman al farizi Says:

    As salamualaikum ana iji share yaaa

  3. Taufiq Hidayat Says:

    Buat David:
    wa 'alaykumussalaam wa rahmatullah... Silakan di-share..

  4. furniture jepara Says:

    thanks infonya

  5. Visit Website Says:

    maturnuwun infonya

  6. Kursi Tamu Minimalis Says:

    informasi yang sangat bermanfaat

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>