Taufiq Hidayat

Hidup (incl. Informatika) hanyalah untuk Allah Ta’ala

Bookmark and Share

Uji Validitas "Logika Level 5" dengan Silogisme

Posted by Taufiq Hidayat on October 27th, 2012

Tulisan saya sebelumnya ini telah menampilkan logika yang digunakan dalam membuat sebuah kesimpulan. Untuk tulisan kali ini, akan dibuktikan bahwa logika yang dipakai adalah tidak valid dengan menggunakan silogisme dan star test.

Meskipun sebenarnya logikanya mirip, yaitu jika 2 hal memiliki sebagian sifat yang sama maka kedua hal tersebut adalah sama, namun masing-masing akan dibuktikan tersendiri karena adanya sedikit perbedaan.

Sebenarnya tidak layak saya menyandingkan 2 hal yang ada di point C, D, dan E. Tetapi adalah kewajiban saya untuk membuktikan secara ilmiah bahwa pembandingan keduanya yang dilakukan oleh orang-orang pandai tersebut adalah tidak logis. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni saya.

A. Mama ist eine Kuh.

Premis yang mendasari kesimpulan ini adalah:

Sapi (perah) menghasilkan susu untuk bayi (manusia).
Mama menghasilkan susu untuk bayi.

Meskipun ada kemungkinan terdapat perkecualian, jika mengesampingkan perkecualian tersebut maka diperoleh pernyataan silogistic berikut:

all A is B
all C is B

dengan:

A : kategori sapi (perah)
B : sesuatu yang menghasilkan susu untuk bayi
C : kategori mama

Dengan demikian, silogisme yang dibangun oleh anak usia 5 tahun tersebut adalah:

Silogisme 1:

all A is B
all C is B
.’. all C is A

Dengan star test, diperoleh silogisme yang sudah diberi tanda bintang:

all A* is B
all C* is B
.’. all C is A*

maka, silogisme tersebut tidak valid karena simbol B tidak pernah diberi tanda bintang.

B. Wanita dan Anjing Hitam

Persoalan ini didasarkan pada fiqih tentang hal-hal yang membatalkan sholat apabila orang yang sholat tersebut dilalui salah satu dari hal-hal tersebut. Fiqih ini bukanlah pendapat Wahabi tetapi berdasarkan perkataan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam lewat sebuah hadits yang diakui keshahihannya. Di antara hal-hal yang membatalkan tersebut adalah wanita dan anjing hitam. Berdasarkan fiqih ini sang doktor (berinisial UA) menyimpulkan bahwa Wahabi menyamakan wanita dengan anjing hitam.

Argumentasi UA tersebut dapat dituliskan dalam bentuk argumentasi yang mungkin adalah sebagai berikut:

Premis:

Wanita membatalkan sholat.
Anjing hitam membatalkan sholat.

Kesimpulan:

Wanita sama dengan anjing hitam.

Jika diterjemahkan dalam silogisme maka menjadi:

Silogisme 2:

all W is M
all H is M
.’. all W is H

Silogisme 2 ini sama dengan silogisme 1 yang sudah terbukti tidak valid.

Akan tetapi argumentasi ini bisa diubah dalam bentuk lain dengan makna yang sama sehingga terlihat (sedikit) lebih pintar dibandingkan argumentasi anak umur 5 tahun di atas, yaitu dengan menambah asumsi bahwa yang dimaksud menyamakan adalah dalam hal status. Artinya bahwa wanita dan anjing tidak sama dalam zat tetapi sama dalam status. Misalnya, jika anjing hitam memiliki status hina di mata penganut paham Wahabi  maka wanita juga memilik status yang hina. Argumentasinya dapat diubah menjadi:

Premis:

Wanita membatalkan sholat.
Anjing hitam membatalkan sholat.
Anjing hitam adalah makhluk hina.

Kesimpulan:

Wanita adalah makhluk hina.

Terjemahannya dalam bentuk silogisme adalah sebagai berikut:

Silogisme 3:

all W is M
all H is M
all H is N
.’. all W is N

Dengan star test, silogisme yang sudah ditandai dengan bintang adalah:

all W* is M
all H* is M
all H* is N
.’. all W is N*

yang berarti tidak valid karena simbol M tidak pernah ditandai.

Dengan demikian, kesimpulan yang dibuat oleh UA bahwa Wahabi menyamakan wanita dengan anjing hitam adalah tidak valid.

C. Al-Qur’an dan Buku Porno

Argumentasi yang dipakai oleh Sang Kyai (sebut saja GD) adalah "Al-Qur’an adalah buku porno karena memuat kata menyusui".

Kalau dilihat di kamus manapun, kata menyusui adalah kata yang netral, tidak berkesan negatif, apalagi bermakna pornografi yang sudah barang tentu bernilai negatif. Namun, memang ada kalanya sebuah kata netral bisa menjadi porno. Hal ini tergantung cara pemakaian kata tersebut dalam kalimat. Sebagai contoh, kata kacang dalam masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Sunda, tetapi kalau kita salah menempatkan kata kacang dalam sebuah kalimat, bisa jadi itu akan dianggap porno oleh masyarakat Sunda.

Sebenarnya argumentasi berikut ini adalah valid:

Premis:

Semua buku yang memuat kata menyusui adalah buku porno.
Al-Qur’an adalah buku yang memuat kata menyusui.

Kesimpulan:

Al-Qur’an adalah buku porno.

tetapi premis pertama tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang sudah saya jelaskan di paragraf sebelumnya.

Argumentasi yang mungkin adalah didasarkan pada informasi bahwa beberapa kitab porno memuat kata menyusui. Di sini saya gunakan beberapa dan bukan semua karena kata menyusui bukanlah kata yang dominan di dalam buku porno sehingga sangat memungkinan bahwa ada buku porno yang tidak memuat kata menyusui. Dengan tambahan informasi ini, ada 2 kemungkinan argumentasi, yaitu

1.  Premis:

Beberapa buku yang memuat kata menyusui adalah buku porno.
Al-Qur’an adalah buku yang memuat kata menyusui.

Kesimpulan:

Al-Qur’an adalah buku porno.

2.    Premis:

Beberapa buku porno adalah buku yang memuat kata menyusui.
Al-Qur’an adalah buku yang memuat kata menyusui.

Kesimpulan:

Al-Qur’an adalah buku porno.

Silogisme untuk argumentasi 1 adalah:

Silogisme 4:

some B is P
q is B
.’. q is P

Sedangkan silogisme untuk argumentasi 2 adalah:

Silogisme 5:

some P is B
q is B
.’. q is P

Silogisme 5 mirip dengan Silogisme 1 dan Silogisme 2. Tetapi untuk membuktikan 2 silogisme ini tidak valid, keduanya tetap akan dibuktikan dengan star test.

Star test untuk silogisme 4:

some B is P
q is B
.’. q* is P*

→ tidak valid karena simbol B tidak pernah ditandai.

Star test untuk silogisme 5:

some P is B
q is B
.’. q* is P*

→ tidak valid karena simbol B juga tidak pernah ditandai.

Kedua argumentasi tidak valid. Sesungguhnya sangat aneh jika orang sebesar dia memiliki logika seperti itu.

D. Muhammad (sholallahu 'alaihi wa salaam, pen) dan Nabi Palsu LE

Muhammad sholallahu ‘alaihi wa salaam adalah seorang nabi yang sampai sekarang pun masih tetap berhadapan dengan penentangnya. Sedangkan LE adalah seorang wanita yang mengaku nabi. Dia juga memiliki penentang yang menyebabkan dia harus menghadapi meja hijau bahkan pernah masuk penjara. Oleh sebab itu, seorang professor (sebut saja Pf) menyimpulkan bahwa LE tidak jauh beda dengan Muhammad (sholallahu ‘alaihi wa salaam, pen).

Tidak jauh beda memang tidak bermakna sama, tetapi bermakna hampir sama. Karena Pf juga tidak menjelaskan seberapa dekat kesamaannya, berdasarkan konteks pembicaraannya maka bisa dikatakan tidak jauh beda bermakna sama, yaitu sama-sama nabi.

Berdasarkan hal itu, argumentasi yang mungkin adalah mirip dengan silogisme 4, yaitu:

Premis:

LE adalah orang yang memiliki penentang.
Muhammad (sholallahu ‘alaihi wa salam, pen) adalah orang yang memiliki penentang.
Muhammad (sholallahu ‘alaihi wa salam, pen) adalah nabi.

Kesimpulan:

LE adalah nabi.

Terjemahan argumentasi tersebut ke dalam silogisme adalah:

Silogisme 6:

l is T
m is T
m is N
.’. l is N

Hasil star test:

l is T
m is T
m is N
.’. l* is N*

→ tidak valid karena T tidak pernah ditandai.

E. Muhammad (sholallahu 'alaihi wa salaam, pen) dan Artis Porno JP

Persoalan yang disampaikan oleh seorang politikus ini mirip dengan point D. Yang agak lebih sulit dibandingkan dengan point D adalah dalam hal apa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam akan disamakan dengan JP. Dalam hal kepemimpinan? Tidak bisa karena Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam tidak pernah menginginkan menjadi pemimpin, yang jelas berbeda dengan JP yang menginginkannya. Mungkin dalam hal mengajak orang pada kebaikan.

Berdasarkan tersebut, argumentasi yang mungkin adalah mirip dengan point D, yaitu:

Premis:

JP adalah orang yang memiliki penentang.
Muhammad (sholallahu ‘alaihi wa salam, pen) adalah orang yang memiliki penentang.
Muhammad (sholallahu ‘alaihi wa salam, pen) adalah orang yang mengajak kebaikan.

Kesimpulan:

JP adalah orang yang mengajak kebaikan.

Terjemahan ke dalam silogisme:

Silogisme 7:

j is T
m is T
m is B
.’. j is B

Silogisme 7 sama dengan silogisme 6 yang tidak valid. Artinya, silogisme 7 juga tidak valid.


Kelima orang yang mengemukakan argumentasi di atas bisa dikelompokkan menjadi 2, yaitu 1 orang adalah anak berusia 5 tahun dan 4 orang adalah penganut paham pluralisme. Untuk kelompok yang pertama, tidak perlu dikomentari karena dia adalah anak kecil. Sedangkan untuk kelompok yang kedua, ternyata logika yang mereka pakai saat mengemukakan pendapat-pendapat mereka sama dengan logika mereka saat menyampaikan paham pluralisme. Kenapa bisa demikian?

Paham pluralisme mengatakan bahwa semua agama benar karena semua agama mengajarkan kebaikan. Walaupun masih mungkin ada perdebatan, diasumsikan bahwa semua mengajarkan kebaikan, baik kepada manusia lain maupun kepada alam.

Namun ada perbedaan mendasar sikap masing-masing agama terhadap Tuhan. Ada agama yang mengatakan bahwa Tuhan tidak ada, dan ada yang mengatakan ada. Di antara yang mengatakan adanya Tuhan, ada yang mengatakan Tuhan (pencipta segala sesuatu, pemilihara) hanya satu, dan ada yang mengatakan Tuhan lebih dari satu. Di antara yang mengatakan keesaan Tuhan, ada yang mengatakan bahwa Sesembahannya hanya satu yaitu Tuhan itu sendiri, dan ada yang mengatakan bahwa ada sesembahan lain selain Tuhan itu. Di antara yang mengatakan keesaan Tuhan, ada yang mengatakan Tuhan Maha Berkuasa, ada yang mengatakan tangan Tuhan terbelenggu, ada yang mengatakan Tuhan sedang tidur, bahkan ada yang mengatakan Tuhan sudah sangat lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Yang masing-masing adalah bertentangan dan tidak bisa dikompromikan.

Belum lagi perbedaan pandangan dan sikap masing-masing agama terhadap malaikat dan utusan Tuhan, yaitu manusia yang dipilih oleh Tuhan sebagai juru bicara Tuhan untuk manusia. Semua perbedaan yang saya sampaikan itu adalah realitas.

Sedangkan di atas, sudah dibuktikan bahwa kesamaan sebagian sifat antara 2 hal tidak menyebabkan kedua hal tersebut sama terhadap sifat yang lain, seperti:

  1. kesamaan dalam hal pembatalan sholat tidak menyebabkan wanita adalah makhluk sehina anjing hitam
  2. kesamaan dalam pemuatan kata menyusui tidak menyebabkan sebuah buku sama dengan buku porno, dan
  3. kesamaan dalam hal adanya penentang tidak menyebabkan seorang nabi palsu dan seorang artis porno semulia Rasulullah Muhammad sholallahu ‘alaihi wa salaam.

Jadi, kesamaan dalam hal mengajarkan kebaikan terhadap manusia dan alam tidak menyebabkan semua agama adalah sama-sama benar.

2 Responses to “Uji Validitas "Logika Level 5" dengan Silogisme”

  1. ai Says:

    buat contoh kok menghina orang muslim,,,,,astagfirullah...

  2. Taufiq Hidayat Says:

    #To Ai:
    Siapa yang saya hina?
    Apa pula yang anda maksud dengan contoh?

    Yang saya lakukan tidak memberi contoh. Apa yang saya tulis adalah membuktikan secara logika pendapat-pendapat yang "menghina Islam" bahwa logika yang mereka pakai tidak valid.
    Anda pun menggunakan logika yang terbalik. Merekalah yang memulai menghina. Dan mereka lah yang sebenarnya menghina karena "membuat pernyataan" tanpa berargumentasi dengan benar. Tidakkah Anda bisa membedakan?

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>