Taufiq Hidayat

Hidup (incl. Informatika) hanyalah untuk Allah Ta’ala

Bookmark and Share

Archive for the 'Kisah (Nyata)' Category

Jika Pengajar Salah

Posted by Taufiq Hidayat on 26th January 2012

Tidak sengaja saya teringat seorang guru SMP, yaitu seorang guru laki-laki yang mengajar Fisika. Waktu itu saya masih duduk di kelas 2. Orangnya agak kalem dan berwibawa. Meskipun saya akan menceritakan pengalaman saya dengan beliau, tidak berarti saya ingin mencela ataupun melecehkan beliau. Saya tetap menghormati beliau dan semoga beliau dikarunia ingatan yang lebih tajam dan pemahaman yang lebih mendalam oleh Allah subhanahu wa ta'ala terhadap materi yang beliau ajarkan ke anak didik. Saya sangat berharap bahwa kesalahan beliau adalah kesalahan biasa sebagai manusia. Amiiin....

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah (Nyata) | 1 Comment »

Adab kepada Sebutir Buah Apel

Posted by Taufiq Hidayat on 11th June 2011

Buah apel ini adalah buah apel yang dibagikan beberapa orang wanita secara gratis kepada siapa saja yang mereka temui di stasiun pusat. Setiap apel itu dikemas di dalam sebuah kotak yang rapi yang bertuliskan pesan sponsor dari sebuah perusahaan. Dengan kata lain, buah apel itu adalah iklan dari perusahaan tersebut, yang logonya adalah gambar apel. Perusahaan tersebut bergerak di bidang kesehatan gigi.

Sehari sebelumnya, setelah mengantar isteri ke rumah teman, saya mengantar anak kedua saya ke Kindergarten melewati jalur yang salah. Qodarullah, kami melewati pembagian apel tersebut. Dua buah apel diberikan kepada kami, satu diberikan ke saya dan satunya langsung ke anak saya. Betapa senangnya anak saya. Buah itu dipegang terus sampai kami tiba di Kindergarten, kemudian saya masukkan ke tas rangsel anak saya. Karena saya langsung ke kampus, saya titipkan apel saya ke tas rangsel itu juga. Anak saya pun berujar, "Ayah, punya saya yang merah loh. Sedangkan punya ayah yang kuning". Rupa-rupanya, dia tidak ingin apel kami tertukar.

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah (Nyata) | 1 Comment »

Kisah TKI

Posted by Taufiq Hidayat on 27th November 2010

Ikut membahas TKI, yang saat ini banyak menghiasi media massa di Tanah Air. Berikut ini adalah kisah yang ditulis isteri saya yang berjumpa dengan para TKI yang sedang pulang kampung. Bukan mau membela majikan-majikan yang tega menyiksa karena bagaimana pun majikan-majikan itu tetap salah. Tetapi jangan karena segelintir orang, kita menutup mata dengan majikan-majikan lain yang baik atau sangat baik yang jumlahnya jauh lebih banyak. Baca di sini. Jadilah orang yang adil.

Bagian akhir kisah ini juga menunjukkan bahwa perlakuan bangsa kita sendiri terhadap para TKI juga tidak kalah "sadis"nya. Para calo di bandara memanfaatkan mereka saat tiba kembali ke Tanah Air. Banyak kisah lain juga yang menceritakan para agen pengirim TKI meminta bayaran ke mereka saat mau berangkat maupun selama TKI tersebut bekerja di luar negeri.  Belum lagi masalah kebohongan informasi tentang para TKI yang dikirim. Jadi, kemungkinan bangsa ini membiarkan para TKI itu tidak berpendidikan sehingga mereka bisa dimanfaatkan. Sepertinya juga bangsa ini lebih suka mengirim TKI yang  tidak berpendidikan karena gampang dimanfaatkan. Para TKI bekerja keras mendapatkan uang dan menyumbang devisa, orang-orang lain yang "pintar" yang menikmatinya.


Read the rest of this entry »

Posted in Kisah (Nyata) | 7 Comments »

Suara Bocah 7 Tahun

Posted by Taufiq Hidayat on 18th September 2010

"Mama, kapan pulang? Aku akan memberimu setangkai bunga mawar," tulis seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun, yang saat ini masih duduk di bangku kelas II sekolah dasar. Kalimat-kalimat itu laksana puisi karena seringnya dia tulis di buku-buku catatan sekolahnya. Tidak perduli apakah buku itu untuk mencatat pelajaran bahasa ataupun matematika. Bahkan hanya tulisan itu yang mampu dia tulis saat ada pelajaran mengarang. Kalimat-kalimat ini melukiskan kerinduan bocah tersebut terhadap mama yang dicintainya.

Di lain waktu dia bilang ke suami neneknya lewat telepon, "Kek, datanglah kemari. Agar di rumah ini ada laki-laki. Karena selama ini aku selalu tinggal di rumah yang tidak ada laki-lakinya." Tentunya yang dimaksud dengan laki-laki di sini adalah laki-laki dewasa.

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah (Nyata) | 3 Comments »